Mengidentifikasi Masalah Perekonomian di Indonesia Bagian Timur

Nama : Alifia Rahmawati

NIM    : 8323155078

Kelas : Akuntansi

Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami pasang surut terutama saat Indonesia dilanda krisis ekonomi. Pembangunan infrastruktur mengalami hambatan pembiayaan karena sampai sejauh ini, titik berat pembangunan masih difokuskan pada investasi sektor-sektor yang dapat menghasilkan perputaran uang (cash money). Sedangkan pembangunan infrastruktur lebih difokuskan pada usaha perbaikan dan pemeliharaan saja. Dengan demikian dewasa ini, pembangunan infrastruktur kawasan timur Indonesia belum menjadi focus utama pembangunan.

Pada saat ini sudah hampir menjadi kesimpulan umum bahwa infrastruktur adalah fundamental perekonomian Indonesia. Bahwa daerah atau kawasan Indonesia Timur merupakan wilayah strategis guna membangkitkan potensi nasional. Cerminan pembangunan infrastruktur nasional adalah pembangunan infrastruktur di tiap wilayah atau provinsi di Indonesia. Perkembangan pembangunan infrastruktur di masing-masing pulau di Indonesia memperlihatkan perbedaan yang cukup berarti. Dominasi pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh kondisi geograsfis dan demografis dari suatu wilayah.

Dominasi infrastruktur ini dapat mencerminkan pula tingkat aktivitas ekonomi dalam suatu wilayah. Perkembangan pembangunan infrastruktur untuk masing-masing pulau yang ada di Indonesia. Hal ini pula yang menjadi hambatan pembangunan infrastrukrur Kawasan Timur Indonesia.

Pada hal sejatinya jika Indonesia ingin percepatan mencapai kemajuan maka pendekatan potensi atau potential approach yaitu potensi yang mendorong tumbuhnya komoditas unggulan, hendaknya menjadi komintmen kuat terhadap pembangunan infrstruktur kawasan timur Indonesia.

Akhirnya kita juga mengerti akan pentingnya kesadaran tentang pembangunan infrastruktur berkaitan dengan upaya strategis percepatan pertumbuhan ekonomi, hendaknya secara nyata mengurangi hambatan birokratis di semua ini baik pada tingkat pemerintah pusat maupun pada tingkat pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten.

Kasus Pembangunan Indonesia Bagian Timur
Hasil pembangunan ekonomi nasional selama pemerintahan orde baru menunjukkan bahwa walaupun secara nasional laju pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata per tahun tinggi namun pada tingkat regional proses pembangunan selama itu telah menimbulkan suatu ketidak seimbangan pembangunan yang menyolok antara indonesia bagian barat dan indonesia bagian timur. Dalam berbagai aspek pembangunan ekonomi dan sosial, indonesia bagian timur jauh tertinggal dibandingkan indonesia bagian barat.
Tahun 2001 merupakan tahun pertama pelaksanaan otonomi daerah yang dilakukan secara serentak diseluruh wilayah indonesia. Pelaksanaan otonomi daerah diharapakan dapat menjadi suatu langkah awal yang dapat mendorong proses pembangunan ekonomi di indonesia bagian timur yang jauh lebih baik dibanding pada masa orde baru. Hanya saja keberhasilan pembangunan ekonomi indonesia bagian timur sangat ditentukan oleh kondisi internal yang ada, yakni berupa sejumlah keunggunlan atau kekeuatan dan kelemahan yang dimiliki wilayah tersebut.

Keunggulan wilayah Indonesia Bagian Timur
Keunggulan atau kekeuatan yang dimiliki Indonesia bagian timur adalah sebagai berikut:

  1. Kekayaan sumber daya alam
  2. Posisi geografis yang strategis
  3. Potensi lahan pertanian yang cukup luas
  4. Potensi sumber daya manusia

Sebenarnya dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki indonesia bagian timur tersebut, kawasan ini sudah lama harus menjadi suatu wilayah di Indonesia dimana masyarakatnya makmur dan memiliki sektor pertanian, sektor pertambangan, dan sektor industri manufaktur yang sangat kuat. Namun selama ini kekayaan tersebut disatu pihak tidak digunakan secara optimal dan dipihak lain kekayaan tersebut dieksploitasi oleh pihak luar yang tidak memberi keuntungan ekonomi yang berarti bagi indonesia bagian timur itu sendiri.

Kelemahan Wilayah Indonesia Bagian Timur

Indonesia bagian timur juga memiliki bagian kelemahan yang membutuhkan sejumlah tindakan pembenahan dan perbaikan. Kalau tidak, kelemahan-kelemahan tersebut akan menciptakan ancaman bagi kelangsungan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut.

Kelemahan yang dimiliki Indonesia bagian timur diantaranya adalah:

  1. Kualitas sumber daya manuasia yang masih rendah
  2. Keterbatasan sarana infrastruktur
  3. Kapasitas kelembagaan pemerintah dan publik masih lemah
  4. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan masih rendah

Tantangan dan Peluang

Pembanguanan ekonomi di Indonesia bagian timur juga menghadapai berbagai macam tantangan, yang apabila dapat diantisipasi dengan persiapan yang baik bisa berubah menjadi peluang besar. Salah satu peluang besar yang akan muncul di masa mendatang adalah akibat liberalisasi perdagangan dan investasi dunia (paling cepat adalah era AFTA tahun 2003). Liberalisasi ini akan membuka peluang bagi IBT, seperti juga IBB, untuk mengembangkan aktivitas ekonomi dan perdagangna yang ada di daerahnya masing- masing.

Langkah –langkah yang Harus Dilakukan

Pada era otonomi dan dalam menghadapi era perdagangan bebas nanti, IBT harus menerapkan suatu strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sebaik-baiknya semua keunggulan–keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut tanpa eksploitasi yang berlebihan yang dapat merusak lingkungan. Dalam new development paradigm ini, ada sejumlah langkah yang harus dilakukan, diantaranya sebagai berikut.

  1. Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara merata di seluruh daerah  di IBT.

Rendahnya kualitas dan kapasitas sumber daya manusia adalah permasalahan utama di kawasan Indonesia Timur. Seharusnya untuk meningkatkan hal itu, diperlukan langkah-langkah strategis yaitu diadakan pelatihan yang bernuansa kemandirian guna meningkatkan kreativitas dan produktivitas masyarakat Indonesia Timur serta mampu memecahkan permasalahan yang berkembang di daerahnya.

Indonesia timur perlu reorientasi pembangunan industri yang bahan bakunya berasal dari kawasan Indonesia Timur, sebagiannya dapat diproduksi di daerah itu juga, sehingga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja Indonesia Timur dan meningkatkan efisiensi modal produksi.

Pemerintah harus mengadakan upaya atau program terpadu yang mengkaitkan antara potensi yang dimiliki daerah dengan para investor dan pencari kerja. Upaya yang paling penting adalah mengubah dan menyesuaikan sikap mental tenaga kerja di Indonesia Timur agar mempunyai keterampilan dan etos kerja yang tinggi, profesional, yang pada saatnya mereka mampu bersaing secara global.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus merupakan prioritas utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial di IBT. Untuk maksud ini, kebijakan pendidikan, baik pada tingkat nasional maupun daerah, harus diarahkan pada penciptaan sumber daya manusia berkualitas tinggi sesuai kebutuhan setiap kawasan di Indonesia. IBT harus memiliki ahli-ahli khususnya dibidang kelautan, perhutanan, peternakan, pertambangan, industri, pertanian,dan perdagangan global.

  1. Pembangunan sarana infrastuktur juga harus merupakan prioritas utama.

Termasuk pembangunan sentra-sentra industri dan pelabuhan-pelabuhan laut dan udara di wilayah-wilayah IBT yang berdasarkan nilai ekonomi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi entreport.

Pemerintah seharusnya menerbitkan peraturan pemerintah yang mendorong investor baru bergeser ke Indonesia timur, sehingga tercipta pemerataan industri di wilayah Indonesia dan investor tidak akan memilih pulau Jawa dan sekitarnya sebagai tujuan investasinya.

  1. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan seoptimal mungkin, di antaranya adalah sektor pertanian dan sektor industri manufaktur. Setiap daerah/provinsi IBT harus berspesialisasi dalam suatu kegiatan ekonomi yang sepenuhnya didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah atau provinsi.
  1. Pembangunan ekonomi di IBT harus dimonitori oleh industrialisasi yang dilandasi oleh keterkaitan produksi yang kuat antara industri manufaktur dan sektor-sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan.
  1. Potensi wisata alam Indonesia timur sangat bagus dan indah.

Karena itu perlu pembenahan infrastruktur dan promosi yang terus menerus dalam hal meningkatkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Indonesia Timur cukup mendukung untuk menjadi pilihan wisata selain kawasan barat Indonesia. Jika terjadi letusan gunung berapi di kawasan Indonesia bagian barat, wisata di sekitar daerah Jawa akan terhambat, tapi Indonesia bagian timur masih bisa membantu devisa negara atas potensi alam yang dimilikinya. Sehingga perlu perhatian pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pembangunan.

Pemerintah seharusnya menerbitkan peraturan pemerintah yang mendorong investor baru bergeser ke Indonesia timur, sehingga tercipta pemerataan industri di wilayah Indonesia dan investor tidak akan memilih pulau Jawa dan sekitarnya sebagai tujuan investasinya.

Advertisements